Morning Fake


 

Cast: Lee Donghae, Shin Seungrin

Genre : Failed Romance (?)

Length : Oneshoot

Author : Dvirginanda

 

She’ll cry, and get over it, She’ll hate you, and then love you again, But one day she’ll leave… and she won’t come back !! 

***

Ruangan bernuansa abu-abu itu selalu menjadi saksi bisu dimana mereka menghabiskan waktu mereka untuk bercengkrama sebelum akhirnya terlelap di dalam indahnya mimpi. Lee Donghae membiarkan lengan kanannya menjadi bantal untuk gadisnya. Jemarinya dengan bebas mengusap rambut kecoklatan gadisnya yang sedikit bergelombang dan akan bersinar jika terkena pantulan cahaya. Sesekali ia mengecup puncak kepala gadis itu, dan hal itu tidak pernah dipermasalahkan oleh sang gadis. Shin Seungrin –gadis itu- selalu menyukai sentuhan Donghae. sudah sepenuhnya terbiasa dengan perlakuan hangat pria itu.

“menurutmu kita bisa seperti ini untuk selamanya ?” Donghae membuka suaranya setelah sekian lama membiarkan keheningan menyelimuti mereka. Seungrin menaikkan kepalanya untuk menatap mata teduh itu “selagi kau tidak mengabaikanku karena pekerjaanmu yang menjengkelkan itu” balas Seungrin sinis yang mengundang kekehan kecil dari Donghae. “terkadang aku membenci fakta dimana kau lebih memprioritaskan pekerjaanmu dibanding aku. Kekasihmu itu aku atau pekerjaanmu sih ?” lanjut gadis itu.

“kalian sama-sama kekasihku kok. Hanya berbeda bidang, pekerjaan adalah kekasihku dalam menghasilkan uang dan kau kekasihku dalam menghasilkan LDH junior” Donghae mengerling nakal yang mendapat tatapan death glare dari Seungrin. “jangan pernah berfikir kau bisa membuatku mengandung LDH junior-mu sebelum kita menikah” peringat Seungrin dengan ekspressi jijiknya.

“kau bisa juga berfikir tentang pernikahan, aku pikir selama ini hanya aku yang sangat berantusias untuk menikahimu”

“berbahagialah karena aku bersedia menikah dengan pria picisan sepertimu”

Donghae tertawa lagi, Shin Seungrin adalah harga mati kebahagiannya. Bahkan disaat ia bisa mendapatkan gadis mana pun dengan tumpukan uangnya yang menggunung, ia tetap menginginkan gadis itu. dimatanya Seungrin adalah gadis manis dibalik sifat brengsek, egois, dan menyebalkan. Diantara gadis dengan sifat gengsi yang tinggi, hanya Shin Seungrin yang besedia meminta maaf meski terkadang bukan gadis itu yang memulai.

“aku picisan tapi aku tampan dan kaya. Kau tidak bisa dengan mudah mencari pria sejenisku”

“oh lihat ! betapa percaya dirinya PresDir kita yang satu ini” ejek Seungrin.

“sudah berapa kali kau bermain dibelakang ku, eum ?” Donghae menaikkan sebelas alisnya, mencoba membawa gadis itu kembali ke dalam ingatan dimana gadis itu menyelingkuhinya tanpa dosa. “aku rasa sudah tidak terhitung, tapi pada akhirnya kau tetap kembali padaku” lanjut Donghae.

“berengsek !” umpat Seungrin. Merasa bahwa Donghae semakin menyudutkannya, membuat fakta menjijikkan bahwa dialah yang tergila-gila pada Donghae, dialah yang tidak bisa terlepas dari pesona Donghae. “bermain dengan mereka hanya untuk menghilangkan rasa kesalku padamu” ungkap Seungrin jujur.

“you broke their heart” komentar Donghae yang sama sekali tidak menyenangkan bagi Seungrin.

“and you broke my heart !” tandas Seungrin. satu-satunya alasan mengapa Seungrin menyelingkuhi Donghae adalah dia bosan melihat Donghae selalu mengingkari janji mereka hanya karena sebuah pekerjaan.

“dasar egois” ujar Donghae sambil mencubit gemas hidung gadisnya. “heyhey.. I’m not child anymore” keluh Seungrin.

“he’em.. tapi suka memperlakukanmu seperti itu, terlihat manis” Donghae menarik Seugrin kedalam pelukannya. Memeluk gadis itu hangat. Tidak setiap hari mereka menghabiskan malam bersama, tapi tidak jarang mereka menghabiskan malam bersama. Mereka merasakan suatu kenyamaan saat mereka terlelap bersama, dan ketengan yang mendalam ketika pelukan hangat menyatukan mereka.

“well, tidak ada pria yang tidak bermulut manis dengan gadisnya kecuali Cho Kyuhyun. Seharusnya kemarin aku tidak mempermainkannya, lebih baik aku memilihnya. Dia bukan pria yang pandai bermulut manis, pria dingin dengan mulut frontalnya” ucap Seungrin sengaja memanasi Donghae. Dia selalu menyukai ekspressi kesal Donghae. “silahkan saja beralih kepada pria brengsek itu jika kau mau !” tandas Donghae.

“tapi aku menyukaimu Donghae, sampai kapanpun. Aku tetap mencintaimu meski suatu saat takdir tidak membiarkan kita bersama” ungkap Seungrin jujur dengan senyum manisnya. Ia menyampingkan tubuhnya kearah Donghae, melingkarkan kedua tangannya ditubuh Donghae dan membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu.

“aku tau” sahut Donghae semakin mempererat pelukannya. “jaljayo.. jangan lupa sambut pagiku dengan senyum manismu” lanjutnya lalu mengecup kening Seungrin untuk waktu yang cukup lama. “itu sudah pasti” balas Seungrin dengan suara rendahnya.

Dan beginilah malam mereka berakhir..

***

Donghae mengerjapkan matanya ketika sinar matahari yang menyilaukan dengan tanpa dosanya menembus kaca jendela kamarnya. “Seung-” ucapannya terpotong ketika melirik sisi kanannya yang sejujurnya tidak ada apa-apa kecuali guling.

Donghae menyandarkan tubuhnya di kepala kasur, tersenyum sinting ketika menyadari kebodohannya. Nyaris satu bulan merek berakhir, tapi disetiap paginya Donghae selalu melakukan hal yang sama. Menyapa gadis itu, Shin Seungrin.

Suara manja itu.. smiling eyes itu.. senyum manis itu.. serta tawa renyah dan pelukan hangatnya.. semua itu terasa nyata semalam.

But it’s just a dream.. percakapannya dengan Seungrin semalam hanya mimpi belaka. Faktanya gadis itu sudah tidak bersama dengannya lagi, gadis itu bukan miliknya lagi, gadis itu sudah meninggalkannya dan kali ini gadis itu tidak akan kembali lagi padanya. Shin Seungrin sudah memiliki kehidupan barunya… dan itu Kris !

She’ll cry, and get over it, She’ll hate you, and then love you again, But one day she’ll leave… and she won’t come back !! you must remember it… Lee Donghae

Deringan telepon berhasil mengembalikan kesadaran Donghae, ia menatap nama yang tertera di  layar touch screen itu cukup lama. Haruskan ia senang ? atau kebalikannya ?

Donghae memilih untuk mengangkat panggilan itu, persetan dengan rasa gengsinya ! dia membutuhkan suara itu saat ini, rindukah ia dengan pemilik suara itu ? jawabannya… Sangat.

“oh.. you’re awake” suara itu masih seperti biasa, riang tanpa adanya rasa beban.

“kau bersama pria itu” tanya Donghae sakratis. “tidak, tapi Kris akan menjemputku nanti siang. How’s your morning ?”

“morning fake !” ungkap Donghae jujur yang menyulut tawa renyah disebrang sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s