[EXO Series] Cappuccino

 

Cast    : Xiumin, Han Hana

Genre : Romance

Author : Dee’s

****

Han Hana menatap kaca yang mendominasi setiap sisi Café, kaca berskala besar yang memperlihatkan keadaan basah diluar sana. Hujan sudah mulai mereda sejak lima menit yang lalu, namun beberapa orang masih bertahan pada posisi mereka –berteduh dibawah atap toko di sepanjang jalan sambil berbincang dengan lawan bicara mereka.

Hana menarik napasnya ketika melihat setetes percikan air hujan merosot bebas pada pemukaan kaca yang datar. Hana mendadak sedih, mengasihani butiran air yang merosot tanpa ada yang menangkap mereka di bawah sana. Pasti rasanya menyakitkan.

Hana menggeleng-gelekan kepalanya, dia pasti sudah gila karena berpikiran seperti itu. ia menyambar cup cappuccino-nya, meneguknya dengan tidak sabaran. Sejujurnya dia begitu karena ingin membuyarkan pikiran gilanya, tidak lebih.

Hana mendesah ketika menyadari cup-nya sudah kering kerontang. Dia masih ingin menikmati cappuccino-nya, rasanya tidak rela jika minuman kesukaannya itu habis. Hana pernah minum tiga cup cappuccino di tengah malam tanpa menderita insomnia dan keesokan paginya dia masih bisa bangun dengan mata segar. Han Hana memang hantunya kafein.

“cappuccino lagi ?” Hana menegakkan kepalanya, membeku ketika pandangannya beradu dengan sepasang mata teduh yang kini menyapanya dengan senyum lembut. “hey ?”

“oh-hey” sahutnya canggung sementara pria itu kini menarik kursi di hadapannya lalu duduk disana dengan manis. “tidak masalah kan aku duduk disini ?” pria itu bertanya yang langsung dijawab anggukan tidak yakin dari Hana.

“aku seperti pernah melihatmu” Hana mengigit bibir bawahnya, mencoba mengingat dimana tepatnya ia melihat pria itu.

Pria itu –Xiumin menunjuk counter dimana alat-alat coffee-machine berjejer rapi, “aku bartender disini, kau tidak tau ?” tanya Xiumin yang dibalas gelengan menyesal dari Hana. Ya.. harusnya dia sadar kalau Xiumin adalah satu-satunya barteder yang selalu membuatkannya cappuccino setiap kali ia berkunjung ke Café ini.

“kau sepertinya maniak cappuccino” Xiumin menatap dua cup yang sudah terkapar tak berdaya di atas meja, ia lalu mengangkat salah satu cup, membolak-baliknya tanpa tujuan dan kembali menatap Hana.

Hana gugup. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Tidak segugup ini ketika pertama kali bertemu dan bertatapan dengan seseorang. Pria ini… entahlah dia tidak terlalu tampan tapi cukup manis untuk dilihat dan hebatnya dia bisa membuat jantung Hana berdebar kencang di pertemuan pertama mereka.

Ini… pandangan pertama ?

“sedikit” jawab Hana malu sambil menyatukan telunjuk dan ibu jarinya, membentuk gesture sedikit untuk menegaskan ucapannya. “benarkah ?” Xiumin menyahut dengan sebelah alis yang terangkat sebelah, meragukan jawaban Hana. Gadis itu sudah jelas-jelas berbohong, pikirnya.

“tentu saja”

“kau berbohong”

Hana mendecak, “well, aku sangat suka-”

“aku juga” potong Xiumin dengan senyum kecilnya.

“eoh ?”

“aku juga sangat menyukaimu, Han Hana” Xiumin melanjutkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s