My girl

Gambar

 

“Lagi?!”

Hye Joo meringis menggosok telinganya kesal mendengar respon yang sangat berlebihan dari sahabatnya. Ia tertunduk malu ketika seluruh perhatian penghuni kantin tertuju pada mereka. Seharusnya ia tahu ketiga sahabatnya selalu bersikap berlibahan kalau sudah menyangkut kisah percintaannya. Mereka masih memandangnya dengan tampang tak pecaya seakan-akan kalau Hye Joo adalah gadis itu yang suka mengatakan hal-hal yang tidak benar.

“Aku benar-benar sudah berakhir dengannya!” tegasnya meminum milkshake sebentar lalu kembali melihat ketiga sahabatnya yang masih memandangnya tak percaya. Gadis itu memutar bola matanya sedikit kesal pada mereka.

“Aku tidak akan kembali padanya! Kami sudah berakhir. Aku tidak ada hubungan apapun lagi dan berhenti menatapku sekan-akan aku seorang pembohong ulung!”  ujarnya kesal melipat tangan di depan dada.

“kau mengatakan hal yang sama 2 bulan yang lalu” respon seorang gadis cantik bernama Sera. Ia menatap Hye Joo sebentar sedangkan gadis itu kembali memutar bola matanya.

“Lalu kalian kembali berhubungan 3 hari setelah kau mengatakan hal itu!” lanjut gadis lainya membenarkan ucapan Sera. Sedangkan gadis yang satu lagi memilih diam tidak ingin ikut campur perdebatan mereka.

Hye Joo berdecak kesal. Bukan respon seperti ini yang ingin dengar. Seharusnya mereka menghiburkan mengatakan kalau masih banyak laki-laki lain yang lebih tampan dari laku-laki brengsek itu. Memberikannya kata-kata manis agar ia tidak terlalu sedih. Tetapi…apa ini? Mereka mempelakukannya sekan-akan yang ia katakan hanya sebuah omong kosong belaka.

“Tapi kali ini kami benar-benar berakhir,  Lee Shin Hee!” ucapnya meyakinkan mereka. Sedangkan mereka masih menggelengkan kepala tidak sependapat.

“Ini bukan pertama kalinya Han Hye Joo! Aku mempertaruhkan tas termahalku! Aku yakin dalam waktu lima hari gadis ini pasti sudah kembali berpacaran dengan Jongin” seru Sera bersemangat memandang Shin Hee dan Min Ji sambil tersenyum bermaksud untuk megajak mereka dalam ide gilnya. Hye Joo menganga tak percaya. Sahabat macam apa mereka?

“Ok! Menurutku dalam dua hari mereka pasti sudah berbaikan” sahut Shin Hee tak kalah bersemangat. Lalu mereka bertiga melirik Min Ji yang masih diam memainkan Ipod. Sadar sedang di perhatikan Min Ji akhirnya buka suara.

“Menurutku hari ini mereka akan berbaikan” ucapnya polos tanpa ada dosa sama sekali sedang Sera dan Shin Hee berhigh five ria.

Hye Joo mengacak rambutnya frustasi. Ia menyesal karena menceritakan perihal kandasnya hubungannya dengan pria bernama Kim Jongin ‘brengsek’ pada mereka. Kalau tahu respon mereka akan seperti ini lebih baik ia tidak usah menceritkaannya sama sekali.

Baiklah ia akui kalau mereka memang sering mengalami yang namanya putus-nyambung. Awalnya mereka akan bertengkar hebat saling melempar cacian dan makian dan berujung dengan kata putus. Lalu beberapa hari kemudian mereka akan kembali berbaikan dengan alasan yang tidak masuk akal. Mereka berdua memang pasangan yang sangat labil.

“aku tidak akan kembali padanya aku pastikan itu!” ucap Hye Joo mengerucutkan bibir kesal maksimum.

Sera tersenyum mengejek “Kau yakin? Coba kali lihat kebelakang!?” dengan malas Hye Joo memutar badanya menuruti perintah Sera dan menemukan sosok Kim Jongin ‘brengsek’ yang memasuki kantin dengan tampangnya yang sok cool, sok tampan, sok berkuasa. Ia menatap Jongin tajam yang dengan santainya berjalan melewati mejanya.  Seakan Hye Joo hanya kontak sampah yang terletak di pinggir jalan.

“Lihat dia…dia pikir dirinya tampan apa?” dengus Hye Joo meneguk habis milkshakenya yang tadinya tinggal separo. Sekarang tidak ada isi sama sekali.

“Jongin itu memang tidak terlalu tampan tapi dia sexy” ujar Shin  Hee mengerling pada Hye Joo lalu mereka tertawa dengan lelucon gadis itu kecuali Hye Joo tentunya.

“Sexy apanya?” Hye Joo menolehkan kepalanya melihat Jongin yang duduk sendirian di salah satu meja. Memparhatikannya yang duduk tak jauh dati tempatnya. Pria itu memasang sepasang headset di telinganya sambil melihat-lihat layar ponselnya. Ah… pasti lagu pertama yang dipilih pria  itu fall for you dari secondhand serenade. Ia menggerutu dalam hati atas pikirannya sendiri. Peduli apa ia tentang lagu yang akan dipilih oleh Jongin ‘brengsek’.

Gadis itu membulatkan matanya ketika seorang gadis cantik menghampi Jongin. Duduk di sebelahnya dengan jarak yang sangat dekat. Biasanya Jongin tidak suka jika ada seorang gadis yang memegangnya tetapi saat ini gadis itu menyenderkan kepalanya di pundak Jongin. Dan Jongin biasa saja seperti tidak merasa terganggu sama sekali. Tanpa sadar Hye Joo meremas gelas Milkshake dan matanya tak pernah lepas dari Jongin dan gadis itu.

“ tenangkan dirimu, sis! Aku yakin Jongin akan kembali padammu” ucap Min Ji menepuk punggungnya pelan. Seakan-akan Hye Joo sedang terbakar apai cemburu padahal yang sebenarnya memang iya.

“Apa kau tidak cemburu?” tanya Sera menyeringai. Hye Joo menatap Sera kesal. Bisa-bisanya dia bertanya seperti itu  padahal saat ini rasanya ada api disekitarknya.

“Aku tak peduli” bantahknya bohong. Dan tanpa disadari Hye Joo kembali melirik mereka. Dan rasanya jantungnya  akan meledak ketika melihat gadis sialan itu mengapit lengan Jongin dan mengambil salah satu headsetnya.

Hye Joo tidak bisa menahannya lagi. Gadis itu bangkit dari tempat duduknya berjalan mendekati Jongin dengan penuh kemarahan. Berani sekali gadis itu menyenderkan kepalanya di pundak Jongin. Dan berani sekali tangannya memegangkan lengah Jongin. Berani sekali dia.

Gadis itu sadar akan kehadiran Hye Joo menatap Hye Joo sinis yang berdiri di hadapannya. Jongin hanya tersenyum tipis melihat raut wajah gadisnya. Jongin tidak pernah melepaskan label Hye Joo sebagai gadis nya walaupun saat ini hubungan mereka sudah berakhir –ia  tahu gadis itu tidak akan bisa hidup tanpanya dan sama sepertinya ia juga tidak bisa hidup tanpa ada gadis itu disisinya.

“Lepaskkan tanganmu dari kekasih!Brengsek!” desis Hye Joo.

“Kekasihmu? Bukankah kalian sudah putus?” ucap gadis itu  sinis. Hye Joo tidak tahan lagi. Tangan terulur menjabak rambut gadis itu agar menjauh dari Jongin. Gadis itu merintih kesakitan karena Hye Joo menarik rambutnya terlalu kuat.

“Bukankah aku sudah bilang… kalau kau tidak akan selamat” gumam Jongin terkekeh geli dengan perbuatan anarkis Hye Joo yang tidak pernah berubah.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s