Icy: Paper Birds

 

Dentingan jam menyerukan pukul sebelas malam, Oh Sehun masih belum menemukan kantuknya meski setiap inchi tubuhnya berteriak kelelahan. Disampingnya, Tao sudah tenggelam di alam mimpi. Pria yang beberapa senti lebih tinggi darinya itu sempat mengumbar rasa lelahnya ke semua member selama perjalanan kembali ke hotel, membuat Suho berdemo karena telinganya kelewat kebas mendengarkan celotehan tidak penting dari Tao.

Wajar sih, dua hari ini keringat mereka benar-benar diperas oleh jam kerja yang kelewat diforsir. The Lost Planet adalah penyebab utamanya. Menyenangkan bisa mengadakan konser tunggal di berbagai belahan dunia, tapi Sehun tidak pernah menyangka kalau efeknya akan semelelahkan ini. baiklah tunggu, dia tidak bilang kalau dia menyesal sudah menjadi bagia dari EXO. Justru sebaliknya, dia amat sangat bersyukur.

Kekosongan suara begitu terasa disekitarnya, paling-paling Cuma suara dengkuran Tao yang terdengar. Sehun mendesah lantas menyalakan lampu tidur hingga ia bisa melihat beberapa objek yang tadinya datar: gelap gulita, tidak berbentuk.

Diatas nakas, Sehun melihat toples berukuran sedang dengan lipatan origami berbentuk burung sebagai isinya. Warnanya menarik, ada kuning, hijau, biru, orange, pink, dan merah. Bentuknya mungil karena ukurannya yang terbilang kecil. Sehun menyukainya.

Tangannya terjulur untuk menggapai toples itu, ia memperhatikannya –memandangnya lekat-lekat.

Lipatan-lipatan mungil itu pemberian dari Sera, gadis itu mengmpulkannya menjadi satu ke dalam toples lalu memberikannya pada Sehun ketika mereka bertemu di basement. Tidak sepenuhnya bertemu sih, Sera sendiri yang berinisiatif menunggu Sehun di sebelah Van milik EXO selepas menonton The Lost Planet in Taipei.

Iya, Sera menyusul ke Taipei tanpa memberi tahunya terlebih dulu. ketika Sehun melihat seorang gadis bersandar di van mereka sambil memeluk sebuah toples, dia sudah yakin kalau itu Sera. Maka secara diam-diam ia menyeret gadis itu menjauh, mencari persembunyian yang sekiranya bisa mereka gunakan untuk mengobrol barang sepatah dua patah.

“konsernya menyenangkan” komentar gadis itu dengan smilling eyes yang memukau –kalau saja Sehun sadar. Tapi Sehun tak menanggapi pujian gadis itu, ia terlalu sibuk celingak-celing kesana-kemari, memastikan kalau mereka masih dalam batas aman.

“aku menginap di-” ucapan Sera terputus karena Sehun keburu menutup mulutnya, membuatnya membelalak tidak terima diperlakukan seperti itu. seperti seseorang yang sedang disandera. “aku tidak tertarik dengan penginapanmu, sekarang pergilah” suaranya begitu rendah dan mengamcam, tapi tidak cukup untuk membuat Sera ketakutan.

“aku tidak bisa bernapas!” protes Sera setelah ia berhasil menyentakkan tangan Sehun yang membekap mulutnya. Ia menarik napasnya, mencoba menghirup pasokan udara sebanyak yang ia bisa lalu menghembuskannya berbarengan dengan desahan lelah.

Sepasang mata samuderanya menatap manik mata Sehun, -jika saja Sehun peka- terselip seberkas rasa rindu dibalik mata indah itu.

Tanpa berkata –entah karena capek atau sudah malas mendebat Sehun- Sera menyodorkan toples yang sejak tadi dipeluknya kepada Sehun dengan gerakan kasar. Dirinya mengambil kesempatan menatap mata elang Sehun sekali lagi sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan pria itu.

Sehun membuka tutup toples itu dengan gerakan pelan, seakan takut toples itu rapuh jika ia membukanya dengan kasar. Ia mengambil satu burung, membolak-baliknya seolah mencoba menilik lebih jauh kertas mungil itu.

Lalu ketika terbesit dipikirannya apa saja yang sering orang-orang lakukan dengan lipatan burung yang sudah jadi, tangan Sehun tergerak untuk membukanya. Biasanya orang-orang meninggalkan pesan di balik lipatan itu.

Tidak berniat menyangkal, Sehun sempat berdebat dengan dirinya sendiri untuk membuka lipatan itu atau tidak. rasanya tidak rela saja melihat kertas-kertas mungil yang berbentuk apik itu rusak.

Kertas pertama berhasil terbuka, tidak ada pesan apapun yang tertulis disana. maka Sehun memutuskan untuk membuka kertas kedua, hasilnya tetap sama, dia tidak menemukan apapun. Ia lalu berlanjut ke kertas ketiga dan seterusnya.

Pada kertas ke lima, kertas berwarna pink. Ada angka yang terulis disana, Sehun cukup gembira dengan penemuannya itu.

4

Lalu dikertas ke tujuh, kertas berwarna kuning

1

Selanjutnya dikertas nomor tiga dari terakhir, kertas berwarna hijau.

3

Sisanya tidak terselip pesan apapun.

Sehun mengabaikan kertas-kertas kosong itu dipangkuannya, memandangi satu-persatu kertas yang memiliki angka. Setau Sehun angka-angka itu tidak asing lagi baginya, rasanya sangat familiar.

“1 4 3” susunnya.

“I Love You” gumamnya pelan.

Manis sekali.

Ada jeda cukup panjang setelah Sehun menggumamkan kalimat itu, dia terdiam sendiri menandakan otaknya mulai bekerja –mendalami dan menyelami tiga kata indah itu. ia sempat mencoba membayakan perasaan Sera ketika membuat burung-burung kecil dengan pesan manis yang terselip di dalamnya, tapi dia gagal. dia sama sekali tidak bisa menyelami perasaan gadis itu. rasanya hampa dan datar. Sama sekali tidak ada getaran-getaran aneh sirat akan cinta seperti yang sering di rasakan orang-orang.

 

 

He never sees Sera like the way she does…

Advertisements

6 comments

    1. Sera ga perlu dikasihanin, ga dapet Sehun cowo cakep lain masih banyak yang ngantri buat dapetin dia. dia kan cantiknya overdose(?) HAHAHA
      tapi kalo cinta gimana ya, walaupun banyak yang ngantri kalo cintanya ke satu orang ya maunya tetep orang itu *eh kok gue curhat sih 😀
      anyway, salam kenal ^^

    1. Ya.. mungkin 😀
      makasih loh kalo kamu suka, aku buatnya cuma iseng gara” liat temen satu magang aku ada yang buat burung-burungan pake kertas bekas fotokopian
      tadinya sih kepikiran bikin gituan buat bf(?) eh ga tau kenapa malah kepikiran Sehun. hidup fangirl emang ga jauh-jauh dari bias -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s