Icy: Another Princess

 

“kau tersesat ?” Jimin menaikkan sebelah alisnya bingung setelah menemukan seorang gadis dengan kaos lengan panjang berwarna putih dipadu dengan rok rampel berwarna biru tua yang memiliki panjang sekitar satu jengkal di atas lutut. Gadis itu mengenakan ransel yang ia sampirkan di lengan kananya, warnanya coklat caramel. Senada dengan rambut indahnya yang tergerai bebas dengan topi rajut gold diatasnya. Wajahnya cantik –oh tentu Jimin tidak melupakan yang satu itu.

Dalam hati dia bersyukur karena telah mengalah dalam rangkaian perdebatan tentang siapa yang seharusnya membuka pintu. Kalau dia tidak mengalah dan tetap bersikeras dengan egonya, mungkin dia tidak akan bertemu gadis ini.

“aku mencari Jungkook” gadis itu sedikit berjinjit untuk melihat keadaan didalam karena tubuh Jimin menghalangi pintu masuk. Agaknya gadis itu merutuki sepatu kets yang dipakainya, seharusnya ia mengenakan boots tadi.

“apa ?”

“aku mencari Jungkook, dia di dalam kan ?” gadis itu mengulang kalimatnya dengan tangan terlipat, memandang Jimin penuh selidik kalau-kalau pria itu berniat membodohinya dengan mengatakan kalau ia salah alamat.

“oh setan kecil itu” gumam Jimin.

“apa ?”

“tidak”

“Hyung- ra ?”

Jimin cukup dibuat terkejut dengan kehadiran Jungkook yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakangnya, “temanmu ? pantas” kata Jimin menggantung sementara dirinya sedikit bergesar untuk memberi akses masuk pada gadis itu.

“pantas apanya ?” tanya Jungkook acuh begitu dia berhasil menyambut tangan Sera –menariknya untuk masuk ke dalam. “pantas cantik” desis Jimin kecil yang kala itu masih terpaku di samping pintu, dia tidak pernah melepas gadis yang dipanggi Jungkook ‘ra’ itu dari jarak pandangnya. Menjadikan gadis itu sebagai satu-satunya objek pusat perhatiannya.

“siapa ?” tanya Rapmon yang baru saja muncul dari balik counter dengan segelas mineral yang terselip dibalik genggamannya. Tadinya dia berniat mencuci piring setelah mereka makan malam, tapi setelah tidak mendengar kegaduhan dari member-member yang lain seperti biasanya, dia jadi curiga. Memang sih kesunyian itu hanya berlangsung sekitar lima menit, tapi kan aneh jika melihat suasan dorm yang biasanya rusuh tiba-tiba mendadak sunyi seperti kuburan.

“sini-sini, duduk” V adalah orang pertama yang kembali membuka suara setelah member yang lainnya saling berpandangan. Dia menyikut-nyikut Jin yang berada disebelahnya untuk menyikir –mengusir tepatnya- dan mempersilahkan gadis itu untuk duduk disebelahnya. Senyum cerah tidak luput sedikit pun dari wajah konyolnya.

“tidak-tidak, kau duduk disini saja” Jimin muncul dari belakang, menyentuh pundak gadis itu bermaksud mengajaknya untuk duduk kesisi lain sofa. Setidaknya gadis itu tidak duduk disebelah V.

V awalnya cemberut karena Jimin menggagalkan rencanya tapi tiga detik berikutnya tawanya meledak. Gadis itu melepaskan tangan Jimin yang menyentuh pundaknya dan menurut V kejadian itu sangat lucu.

“jangan aneh, member kami memang tidak pernah luput dari kata rusuh” Suga yang sejak tadi berdiam diri dengan pandangan yang terkunci pada sosok ‘malaikat’ di depannya kini membuka suara, dia mendapat anggukan setuju dari J-hope yang kelewat tenggelam dalam permaian psp-nya.

“dia benar, omong-omong namaku Jung Hoseok tapi kau bisa memanggilku oppa” J-hope melompat dari tempat duduknya dan berjalan ke arah gadis itu yang kini masih betah berdiri disamping Jungkook. “tidak, terima kasih. Dalam sejarah hidupku, aku lebih suka memanggil nama. kecuali orangtuaku, kakek-nenek, bibi, paman-”

“eiyy, dimana kau menemukan makhluk menggemaskan ini Jungkook-ah” seru Suga kesenangan, dia juga menyusul J-hope yang sedang tertawa kecil karena jawaban gadis itu. J-hope sama sekali tidak ambil hati, dia setuju dengan pendapat Suga kalau gadis ini ‘menggemaskan’

Jungkook menarik gadis itu untuk berdiri dibelakangnya, berpura-pura menyembunyikan gadis itu dibalik tubuhnya. “jangan mendekat” balas Jungkook.

“kau berlebihan” Jin baru membuka suara setelah dibuat kesal oleh V yang mengusirnya secara tersirat.

“baiklah-baiklah. Dia Sera, aku lebih suka memanggilnya Ra-punzel. Dia teman sekelasku –yang seharusnya menjadi kekasihku jika dia tidak menolakku kemarin” Jungkook memberi penjelasan singkat dengan nada ringan, dia sempat melirik Sera ketika menyebutkan status mereka namun gadis itu terlihat tenang-tenang saja. Seolah keputusannya menolak Jungkook bukan kesalahan fatal.

“kau ? ditolak ?” J-hope berjengit kaget.

“seorang Jeon Jungkook yang selalu diagung-agungkan ?” Jimin menambahi tidak kalah heboh. Berbeda dengan Jimin dan J-hope yang langsung berkomentar, member yang lain terbengong-bengong sendiri. Sibuk dengen pikiran mereka yang mencoba membaca isi kepala Sera. Sementara itu V sudah meledak dengan tawanya, akhirnya ada juga yang terhindar dari virus ‘everyones love Jeon Jungkook’

“aku tidak suka pria seumuran, itu saja” Sera membuka suara, mencoba memberi penjelasan singkat yang sepertinya berhasil menjawab semua pertanyaan yang bersarang dipikiran pria-pria itu. “kau berpacaran denganku saja, mau ? aku lebih tua dua tahun dari kalian” V bertanya dengan nada polosnya yang langsung dibalas kibasan tangan sarat akan penolakan dari Sera. “lupakan” balas gadis itu.

“bagaimana denganku ?” Jimin memasang senyum lebar seolah berekspektasi tinggi. Lalu Rapmon datang dengan tiba-tiba dan menyeretnya menjauh dari Sera. Jimin sempat menggeram kesal diperlakukan seperti itu namun detik berikutnya mereka tertawa bersamaan. Suasanya benar-benar hangat, kecuali Jin yang masih berdiam diri dengan kedinginannya.

“omong-omong, kita punya princess baru. Ra-punzel” tunjuk Suga pada Sera.

“Jin Hyung kau tersaingi, kita punya Princess baru” Seru V yang tidak dihiraukan oleh Jin, pria itu malah melengos pergi.

Princess baru ?” ulang Sera meyakinkan.

Jimin mengangguk.

“dia suka Disney dan Pink. Fans biasa memanggilnya Princess tapi kami lebih suka memanggilnya Jin-derella” Rapmon menjelaskan.

“sekarang kita punya Ra-punzel dan Jin-derella, oh ini menyenangkan!” J-hope kembali berseru.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s