Icy: B’day Kiss

 

 

“Mana hadiahku ?”

Taesung mengerutkan keningnya ketika secara tiba-tiba Jungkook datang dan menadahkan tangan di depan wajahnya. Ia lantas menempelkan punggung tangannya di kening Jungkook, memeriksa suhu tubuh temannya –normal atau tidak.

“kau! Apa-apaan ?” Seru Jungkook tidak terima sementara tangan kanannya mengeyahkan tangan Taesung dari keningnya. “ku kira kau sakit” cengir Taesung.

“jadi mana kadoku ? aku orang yang berulang tahun” tanya Jungkook sambil menadahkan tangannya kembali, menaik-turunkan alisnya seolah menggoda Taesung. “kau menjijikkan” Taesung bergidik ngeri.

“Hya!”

“kau kan sudah mendapat banyak kado dari fansmu, masa masih kurang” Taesung mencibir sambil menunjuk-nunjuk tumpukan kado yang menggunung di atas meja mereka. “Nah.. nah.. lihat gadis itu, itu pasti kado untukmu” kali ini Taesung menunjuk seorang gadis dengan kuncir kuda yang terlihat berjalan malu-malu ke meja mereka dengan kotak berwarna merah dibalik tubuhnya.

“Jungkook oppa, ini untukmu. Saengil chukka” kata gadis itu malu sembari menjulurkan kotak merah pada Jungkook.

“terima kasih, Minhwa” balas Jungkook dengan senyum kecilnya begitu kotak merah itu berpindah ke tangannya. Kang Minhwa, Jungkook mengetahui nama gadis itu dari name tag-nya. Sepertinya siswi tahun pertama, terlihat dari wajahnya yang masih polos.

Minhwa menuntup mulut dengan kedua tangannya, matanya membulat kaget. Mungkin dia begitu terharu mendengar Jungkook menyebutkan namanya dengan fasih. “hati-hati Minhwa, kau bisa terjatuh” peringat Taesung jenaka ketika melihat Minhwa berlari kesenangan menemui teman-temannya di luar sana. Jungkook dan Taesung saling berpandangan, lalu secara bersamaan menggeleng kecil. Mereka terkekeh, “gadis-gadis memang seperti itu” ucap Taesung sok berpengalaman.

“begitu mereka terlihat manis” bela Jungkook yang mendapat tinjuan kecil di bahu dari Taesung.

“tapi dari semua gadis-gadis yang kau bilang manis itu, apa tidak ada yang menarik perhatianmu ?”

Mimik wajah Jungkook berubah, dari jenaka menjadi dingin. Ini pertanyaan sensitive dan Taesung tau benar itu. mengesampingkan emosi Jungkook yang entah sedang naik, turun, ataupun Normal, Taesung lebih memilih mengintrogasi Jungkook demi menjawab rasa penasarannya.

“kalau tidak mau memberiku hadiah, yasudah” rengut Jungkook dengan helaan napas beratnya.

“kau ini sensitive sekali”

“aku tidak begitu”

“maka dari itu jawab saja”

“Sera, puas ?”

Taesung membuka sedikit celah dibibirnya, membentu huruf ‘O’ seolah puas dengan jawaban sahabatnya. Dari awal Taesung juga bisa memprediksi jawaban Jungkook, dia hanya penasaran. Sera dan Jungkook belakangan ini tidak seakrab dulu, jadi Taesung berpikir mungkin Jungkook sudah tidak tertarik lagi dengan ‘malaikat’ itu.

“aku punya hadiah” ucap Taesung tba-tiba.

Jungkook melirik Taesung kilas dengan pandangan tidak tertarik, punggung dan sandaran kursi yang didudukinya sudah kepalang akrab. “terima kasih dan aku mengantuk” sahutnya sakratis.

“aku hanya menawari satu kali. Menolak berarti menyesal” Taesung menyimpulkan, disusul gedikan bahu tidak peduli.

“Kang Minhwa tadi cantik juga, ya” ucap Taesung retoris. Dia baru akan berdiri ketika Jungkook menyerukan namanya. Oke, Jungkook masuk perangkap tikus.

“aku titip dia, ya” Taesung berseru lalu dengan secepat kilat menutup pintu rooftop sebelum Jungkook berlari meninggalkan tempat itu. kenyataannya Jungkook memang ingin pergi dari tempat ini, tapi tidak dengan cara memalukan semacam berlari seperti yang ada dalam imajinasi Taesung.

Jungkook masih ingat jelas tempat ini, setiap detail kejadiannya. Beberapa bulan yang lalu dia yang membuat jalan ceritanya, tapi kali ini dia yang menjadi tokoh utamanya.

Tiga meter dari tempatnya berdiri. Gadis itu masih sama seperti biasanya, cantik dan memukau. Terlihat menggemaskan dan aneh disaat yang bersamaan dengan adanya pita merah besar yang bertengger di atas rambut coklat caramel-nya.

Semuanya terlihat manis. Balon berwarna-warni yang menjadi dekor latar belakang, susunan cookies yang membentuk kue dengan angka 18 diatasnya dan tentu saja gadis itu, Lee Sera.

Semuanya terlampau manis jika Jungkook dalam keadaan normal, sayangnya dia terlalu kacau dan Lee Sera adalah alasan dibalik semua ini. Dia tidak ingin melihat gadis itu untuk saat ini, tidak di hari ulang tahunnya. Pun menjadi hadiah terbaiknya.

Gyeoure taeeonan areumdaen dangsineun

Nunchoreom kkaetkkeuthan namanui dangsin

Dulu dia yang menghampiri gadis itu dengan sekotak cookies berpita merah, kali ini gadis itu menghampirinya dengan tumpukan cookies yang agaknya menjadi kue ulang tahunnya.

Sera mengiringi langkah kecilnya dengan lagu winter child yang sempat Suzy nyanyikan di serial drama Dream High –drama rekomendasi Hana saat mereka berkunjung ke toko kaset.

Hajiman bom, yeoreumgwa gaeul, kyeol

Eonjena malgo kkaekkeuthan namanui dangsin

Jungkook tak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok itu, sekali pun hatinya berteriak bahwa ia membenci Sera.

Gyeoure teeonan sarangseuroen dangsineun

Nunchorom malgeun namanui dangsin

Dibalik rasa bencinya, cintanya untuk gadis itu terlampau besar. Pikiran dan hatinya tidak selaras. Dia terlalu terjatuh untuk gadis itu.

Saengil chukhahamnida, Saengil chukhahamnida

Saengil chukhahamnida, Dangsinui saengirul Jungkook-ies.

Dan tepat dengan berakhirnya lagu itu, Sera sudah berada di hadapannya. Dengan manik hitam pekat yang sejak tadi menyambutnya dengan smiling eyes.

Oh bagus, kau berlagak seolah tak terjadi apapun.

“once again, Happy B’day cookies” katanya tanpa melepas smiling eyes itu dari kelopak samudra-nya yang demi langit dan bumi membuat Jungkook ingin sekali merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Mendekapnya tanpa mau melepasnya.

“sebentar, aku nyalakan lilinnya dulu” ujar Sera sambil menunjukkan korek gas yang ia dapat dari saku almamaternya. Jungkook diam saja, memperhatikan bagaimana gadis itu kesusahan dengan koreknya.

“sebentar, ya” ulang Sera.

“kau tidak bisa”

“aku bi- oh kau sudah tidak marah lagi ?” mengabaikan korek yang digenggamnya, Sera lantas tersenyum lebar menanggapi ucapan Jungkook.

Setelah menyatakan perang dingin selama satu bulan penuh, Jungkook akhirnya membuka suara juga. Sera pikir anak lelaki itu sudah benar-benar melupakannya.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Jungkook merebut korek itu dan menyalakan lilin sendiri. Dia sempat mendapat protes dari Sera, namun ia hanya mengedikkan bahunya tak peduli.

“ucapkan permintaanmu sebelum meniup lilinnya” perintah Sera.

“kau akan menyesal” jawab Jungkook tidak peduli sambil terus berusaha menyalakan lilinnya, pagi itu hembusan anginnya kelewat kencang. Menerbangkan helaian rambut mereka juga menyulitkan mereka untuk menyalakan api.

“apapun itu” sahut Sera tidak kalah keras kepalanya dengan Jungkook.

Jungkook beralih menggenggam korek itu, melirik Sera yang memandangnya tak kalah garang. Lakukan, Jeon Jungkook! Begitu yang Jungkook tangkap dari manik mata Sera.

Jika itu yang kau inginkan.

Jungkook maju selangkah, pandangannya tetap menjurus ke manik mata Sera. Tajam dan mengerikan, juga penuh ancaman. Seperti srigala. Mungkin kedepannya Sera akan mulai berhati-hati jika memainkan pria. Siapa tau besok-besok ada yang mengulitinya hanya karena cintanya tak terbalas.

Jungkook mengambil alih cookies-cookies itu dari genggaman Sera, memegangnya dengan tangan yang sama dengan yang ia gunakan untuk menggenggam korek. Satu tangannya yang terbebas terjulur untuk menggapai pinggul ramping itu.

Detik berikutnya, bibir mereka bertemu. Hangat dan lembut. Rasa cherry mint.

“ku harap hubungamu dengan Jin hyung berakhir. Kau milikku” bisik Jungkook tepat di telinga Sera.

Ia menarik dirinya menjauh, menyalakan lilinnya dan meniupnya begitu saja.

“terima kasih untuk kejutan cookies-nya, Ra-punzel sayang

.

.

.

.

.

.

Epilog

 

“kau pikir terlihat menggemaskan dengan bando besar itu ?”

Sera memberengut sementara Taesung sudah terbahak di tempat duduknya. Anak lelaki itu tidak berhenti tertawa sejak Jungkook bercerita tentang betapa konyolnya Sera dengan bando merah besar itu.

“aku hanya berperan sebagai kado, kau tau kado!” seru Sera membela dirinya .

“kado itu dibungkus” ejek Taesung tak kalah heboh.

“aku kado langkah, tidak dibungkus pun sudah cantik”

Jungkook melipat tangannya di depan dada, sementara tubuhnya sudah bersandar pada sandaran kursi. Dia tersenyum tipis, menjadi penonton pasif atas perdebatan Sera dan Taesung.

Dia dan Sera sudah sepakat untuk mengakhiri perang dingin mereka. Dan hari ini, tepat di hari ulang tahunnya, dia ditolak untuk yang kedua kalinya.

 

 

 

 

 

 

p/s: oke, aku tau ini ga manis, tapi Jungkook sama cookies-nya manis kan, iya kan. Iya dong #maksa.

Anyway, Saengil chukkha cookies kesayangan. delapan hari lagi aku nyusul kamu, kan kita sama-sama 97lines, sama-sama virgoans juga #nggakpenting

Duhh maaf ya udah jadiin Sera kado terindah sekaligus kado terburuk kamu. Udah si Sera kulitin aja, biar aku aja yang jadi kado terinda kamu mwhehe…

sekali lagi, Happy be lated b’day ya :*

maaf telat post, bow

XOXO

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s