[EXO SERIES] Wo Ai Ni

Written by Dvirginanda

Cast: Lu Han, Cho Naya

Genre: Romance, Fluff

Length: drabble

Author: Dvirginanda

 

 

“Lu, bagaimana cara menulis ‘wo ai ni’ dengan pinyin ?” Naya mengetuk-ngetukkan pulpennya di atas meja, menimbulkan suara tak beraturan yang cukup menganggu. Sambil memandang Luhan yang kelewat sibuk dengan majalah otomotif-nya, Naya menopang kepala dengan sebelah tangan.

“memangnya kenapa ?”

Ini yang Naya tidak suka, ketika pertanyaannya dijawab dengan pertanyaan lain. bibirnya mengerucut, mengingat kembali kejadian tadi siang yang mungkin akan membuat Luhan tertawa jika ia menceritakannya. Naya berdebat batin untuk menceritakan hal itu atau tidak.

“beritahu saja bagaimana caranya” desak Naya galak.

“beritahu dulu motifmu dibalik semua ini” jawab Luhan dari balik majalah otomotif yang menutupi setengah dari wajahnya.

Satu desahan kecil meluncur dari celah bibir Naya, dia kalah dalam perdebatan batinnya –atau Luhan ?

Sambil menarik napas panjang-panjang sebelum bercerita, Naya mencoba menyiapkan mental kalau-kalau Luhan akan mentertawainya. “Sera mengejekku karena aku tidak bisa menulis kata itu dalam huruf mandarin padahal aku mengencani pria cina”

Luhan tidak bereaksi setelah itu, pikir Naya mungkin Luhan sedang menimbang-nimbang untuk mengajarinya atau tidak –mengingat pria itu kelewat sibuk dengan tugas skripsinya belakangan ini.

“kau bisa mengajariku kapan-kapan, Lu” katanya menyerah dan kecewa, tapi Luhan tidak cukup bodoh untuk mengabaikan nada ngambek dari kalimat Naya.

Maka Luhan menutup buku otomotifnya lalu sedikit mencondongkan tubuhnya ke sisi depan seiring gerakan tangannya yang meletakkan majalah itu di atas meja. Kala itu Naya sudah membuang muka, membuat Luhan kembali memutar otaknya agar fokus gadis itu kembali tertuju padanya.

“Naya” panggilnya dan Naya menoleh –masih dengan wajah kecewa setengah ngambek-nya.

“jadi caranya seperti ini”

Detik itu juga, Naya tak bisa menahan diri. Ada hawa panas yang menyerang wajahnya, membuatnya menyakini suatu fakta bahwa kedua pipinya sukses memerah malu lantaran kecupan singkat Luhan dibibirnya.

“Kau sudah mengerti kan, Cho Naya ? kalau Sera kembali mengejekmu, sebaiknya suruh saja dia bertanya pada kekasihnya bagaimana cara mengukir kata ‘saranghae’ dengan indah. Kujamin kekasihnya mengajarinya tidak ‘semanis’ diriku”

“Byuntae!”

 

 

p.s: ceritanya aku remake dikit.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s