Never

images (2)

Cast: Kim Jongin, Lee Sera.

Tidak ada hal yang lebih menyenangkan dari duduk di bawah pohon maple dan melihat Kim Jongin terlelap tidur. Seperti magnet, wajah Jongin selalu menariku untuk mendekat. Wajahnya damai ketika ia tidur. Menghilangkan kesan menakutkan yang selama ini yang selalu ia perlihatkan pada orang lain. Aku menatapnya, menyimpan gambar pria itu sebanyak-banyaknya. Seperti tidak akan ada hari esok untuk aku melihatnya kembali.
Aku mengigit bibir bahuku, tak bisa mencegah tanganku untuk tidak menyetuh helaian rambutnya berwarna coklat. Apalagi ketika ada selembar daun maple yang jatuh di atas kepalanya. Dengan sangat hati-hati aku menggerakan tanganku. Menyentuh puncak kepalanya hingga menyetuh rambutnya yang tebal.
Halus, pikirku.
Kusingkirkan daun maple tadi dan kembali menyetuh puncah kepalanya. Aku tersenyum kecil, teringat dengan kebiasaan Jongin yang malas keramas saat masih kecil. Sehingga aku mengolok rambutnya seperti sarang kotoran. Dan ia akan membalasnya dengan mangataiku seperti tulang ayam karena badanku yang kurus. Perdebatan kecil yang selalu terjadi setiap kali kami bertemu.
Waktu terlalu cepat berlalu, rasanya baru kemarin saat Jongin mengajariku bermain sepeda sampai malam. Mengajariku dengan penuh kesabaran. Memberiku semangat saat aku sudah lelah dan menyerah. Menghiburku saat aku menangis karena kakiku terluka saat aku terjatuh dari sepeda. Hingga akhirnya aku bisa mengayuhkan sepeda sendiri. Dan kami saling tersenyum dan melompat bahagia.
Tapi sekarang semua berubah. Jongin berubah. Begitu pula denganku…
“apa kau akan terus melakukannya?” aku tesentak menjauhkan tanganku dari kepalanya.Tak menyadari kalau Jongin sudah membuka matanya. Aku mengalihkan pandang ketika Jongin bangun dan menatapku.
Ini sangat memalukan. Sungguh.
“Kau dihukum lagi?” tanyaku mengalihkan pembicaraan. Bicara sesantai mungkin, walaupun sebenarnya aku sangat gugup karena ia menatapku sambil mengernyit sadar akan tingkahku.
Kepalanya mengangguk ringan menggeser tubuhnya duduk di sebelahku “begitulah, bagaimana denganmu?” aku menghela nafas pelan. Berseyukur karena ia tampak santai sekarang melupakan kejadian memalukan tadi. Aku menatapnya dan Jongin juga menatapku. Dan aku kembali merasakan getaran aneh itu lagi.
Lupakan Sera…kau tidak bisa seperti ini.
“Kepalaku sedikit pusing” ucapku bohong. Jelas-jelas aku melarikan diri dari kelas karena mencari keberadaan Jongin. Setelah aku bertanya pada Sehun dimana pria itu berada dan Sehun hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu. Aku rela mengelilingi sekolah yang luasnya tak perlu dibayangkan lagi hanya untuk menemukannya.
“Lalu kenapa kau disini? Seharusnya kau pergi ke UKS?” aku tidak bisa menyebunyikan senyuman ketika mendengar nada Jongin yang khawatir. Dia masih peduli padaku. Setidaknya ia masih mengkhwatirkanku.
“aku baik-baik saja” jawabku.
“Kau yakin?” tanya sedikit tidak yakin.
Aku mengangguk pasti.
Jongin menganggukan kepalanya. Setelah itu keheningan menyelimuti kami. Rasanya sangat asing. Biasanya jika kami berdua bertemu. Selalu saja ada bahan obrolan yang membuat kami tidak berhenti bicara. Tapi kali ini. Berbeda. Kami seperti orang yang baru bertemu. Sangat canggung.
“Kenapa kau tidak pulang? Ibumu sangat khawatir!”
Aku mengutuk dalam hati. Karena mulutku yag tidak bisa dikontrol. Tidak seharusnya aku bertanya. Aku tahu Jongin tidak suka kalau aku menanyakan pertanyaan yang sulit untuk dijawabanya.
Dia masih diam. Perhatiannya lurus ke depan. Sedangkan aku menatapnya. Aku tahu apa yang sedang ia pikirkan. Pasti sangat sulit untuknya.
“Maaf” ucapnya menundukkan kepala. Raut wajahnya penuh penyesalan.
Aku tersenyum lembut “ tidak apa-apa”
Aku menghela nafas keras. Tidak seharusnya aku membuka topik ini. Tapi mau apa lagi. Wajahnya ibunya yang menangis dihadapanku masih terbayang olehku sampai saat ini. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Karena sejujurnya ini juga sangat sulit untukku. Andai aku bisa seperti Jongin. Aku juga ingin melarikan diri. Sejauhnya-jauhnya. Bersikap kekanakan dengan lari dari masalah tidak akan menyelesaikn apapun.
“Ini juga sulit untukku. Menyalahkan ibumu tidak akan menyelesaikan apapun…Kai” kataku menatapnya. Pria itu tersenyum sinis. Lalu menoleh menatapku.
“Aku tidak bisa bersikap dewasa sepertimu…mungkin kau bisa melakukan. Tapi aku tidak” kata-katanya menohokku. Aku terdiam sesaat. Mengigit bibir bawahku. Menatap matanya yang menatapku tajam. Aku tahu dibalikan tatapannya pria itu sedang kesakitan.
“Kau harus kembali ke rumah…ibumu sangat khawatir, Kai” bujukku. Tapi sepertinya ucapanku sama sekali tak didengarnya.
“Kau ingin aku tinggal di rumahmu dan kita menjadi keluarga yang harmonis? Lalu bagaimana denganku? Bagaimana dengan perasaanku padamu?”
Aku kembali terdiam. Hanya bisa menatapnya. Betapa aku ingin memeluknya dan mengatakan kalau aku juga tidak ingin ini terjadi. Aku tidak ingin membuang perasaanku padanya. Dan aku tidak akan bisa.
“Jangan tatap aku seperti itu…Lee Sera membuatku ingin memelukmu” gumamnya.
Beep…beep
Ponselku bergetar. Mengalihkan pethatian pada ponselnya. Aku meraih ponselku di dalam saku blazer dan menemukan satu pesan.
“Sehun?” tanyannya sinis.
Aku tidak menjawabnya. Kembali memasukan ponselku ke dalam saku blazer. Karena ia tahu permasalahan akan semakin rumit kalau mereka juga ikut memasukan Sehun dalam obrolon mereka.
Jongin bangkit berdiri melirikku sekilas.
“Aku tidak akan pulang. Tidak akan pernah.” ujarnya membalikan badan berjalan meninggalkanku.
“Kau tahu kan, aku tidak menyukai Sehun” ucapku bangkit berdiri menatap punggungnya yang rapuh.
Ia berhenti tapi tak menoleh.
“tapi sahabatku sangat menyukaimu” ucapnya dingin dan benar-benar pergi meninggalkanku.

Fin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s