[Prolog] Darkness

vogue-4

Written by:

Dvirginanda

Starring:

Oh Sehun – Lee Sera- Kim Jongin – Han Hye Joo

Genre:

Romance, AU

 

 

Ketika musim berganti dan hembusan angin musim gugur menyapa kulitnya, Sera tidak pernah terpikir kalau sesuatu dalam hidupnya akan berubah dalam hitungan jam. Ia masih menyambut datangnya pergantian musim tanpa mempermasalahkan mitos dibalik setiap musim. Hingga saat dimana dia harus berdiri di pinggiran jalan di malam yang sunyi bersama segerombolan manusia dengan berbagai penampilan aneh.

Mengerikan.

Hanya satu kata itu yang terlintas di kepalanya kala pertanyaan demi pertanyaan menerobos pikirannya secara bersamaan. Kepalanya mendadak berdenyut dan demi Tuhan dia ingin seseorang membawanya pulang saat ini juga.

Tempat ini terlalu asing baginya; udara musim gugur yang seharusnya terasa sejuk sudah terkontambinasi oleh asap rokok, bau parfum yang menyengat juga alkohol. Oh jangan lupakan penampilan aneh dari para muda-mudi yang usianya kisaran enam belas sampai dua puluhan itu. Rambut mereka di cat dengan warna yang mencolok, ada begitu banyak piercing di bagian telinga-setidaknya ditelinga masih terlihat normal namun yang paling mengerikan ada sebagian dari mereka yang memakai piercing di bibir dan lidah bahkan di pusar. Ada berbagai macam jenis tato yang tersemat di tubuh mereka, tak terkecuali dengan wanita.

Dan nampaknya mereka terlihat bangga dengan piercing dan tato di tubuh mereka, karena kebayakan dari mereka khususnya wanita sengaja memperlihatkannya dengan pakaian mereka yang terlalu minim. Maksudku, Hey apa mereka tidak merasa kedinginan memakai baju yang nyaris menunjukkan keseluruhan tubuh mereka ? hotpants dan cropped tee ? di bawah atmosfer yang suhunya dibawah 20 derajat ?

Sera mundur selangkah dengan gerakan terpatah, nalurinya berkata bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi sebentar lagi tapi sialnya dirinya masih bertahan di sana. Di tepian jalan, satu langkah di sebelah Jongin dan bersebrangan dengan pria bernama Oh Sehun. Tubuhnya seakan tersengat listrik ketika Sehun memandang ke arahnya dengan sebelah sudut bibir terangkat ke atas hingga senyum yang menari di bibir tipisnya terkesan seperti seringaian yang mengerikan bagi Sera.

“Jongin” Sera berdesis samar namun masih bisa didengar Jongin hingga pria itu berinisiatif untuk mengamit jemarinya dan membawanya lebih mendekat. Jongin memposisikan Sera dibelakang tubuhnya, seolah dia bertindak sebagai perisai gadis itu. “ayo pulang, hm ? aku tidak suka tempat ini” gadis itu kembali bercicit di belakang Jongin, membuat Sehun sekali lagi melirik ke arahnya.

“aku tahu kau bukan pengecut Jongin” Sehun tersenyum kecil, meski senyum itu tidak semengerikan sebelumnya tetap saja membuat punggung Sera dialiri oleh seberkas perasaan takut. “dan gadismu… dia menarik” Sehun mengerling pada Sera yang tentu saja membuat rahang Jongin mengeras seketika.

“jangan macam-macam!” Jongin menggeram. Dia ingin sekali menghadiahi Sehun sebuah pukulan, ahh tidak mungkin beberapa. Pria itu pantas mendapat banyak pukulan karena bersikap kurang ajar dan membuat gadisnya ketakutan.

Tapi sayangnya untuk sekarang Jongin tidak bisa melancarkan rencananya itu. Dia tidak ingin Sera melihatnya berkelahi, dia tidak ingin menimbulkan trauma untuk gadis itu.

“aku tidak macam-macam” Sehun menjawab kalem. “kita balapan dan gadismu menjadi taruhannya, itu saja” Air wajahnya terlihat begitu tenang, seolah mereka tengah berada di kedai kopi dan membahas hal-hal random yang menyenangkan alih-alih berada di bawah atmosfer mencekam yang memungkinkan mereka akan saling membunuh dalam hitungan detik. Perbedaan ekspressi wajahnya begitu kontras dengan milik Jongin yang menahan amarah.

“brengsek!” Jongin sudah menarik kerah kemeja denim Sehun dan bersiap melayangkan pukulannya jika saja genggaman Sera di tangannya tidak mengerat. Jongin melirik gadisnya dan ketika melihat raut ketakutan di wajah Sera bertambah, ia mengendurkan cengkramannya dari kerah Sehun lalu di detik berikutnya ia meloloskan Sehun dengan gerakan kasar. Kalau saja Sehun wanita, mungkin dia sudah terhuyung kebelakang oleh tenaga Jongin.

Sehun merapikan bajunya dengan gerakan mengibas seolah ingin menghilangkan jejak-jejak tangan Jongin disana. “jangan begitu, Jongin. Kau membuat gadismu ketakutan” kata Sehun sambil mengerling sok bersahabat pada Jongin. Melupakan fakta bahwa sejak tadi dialah yang membuat Sera ketakutan.

“akan keterlaluan sekali kalau kau sampai menolak tawaranku. Kau membuatku sangsi akan label ‘tidak terkalahkan’ yang mereka beri padamu” Sehun berkata dengan nada kecewa sementara sorot matanya menggambarkan keantusiasan.

“kita akan balapan” kata Jongin mantap dan Sehun tersenyum senang. Tepat di detik yang bersamaan juga Sera semakin meremas jemari Jongin, mencari serpihan-serpihan ketenangan di sela rasa takutnya. “tapi dengan taruhan yang lain” Jongin bergumam dan untuk sejenak Sera bisa bernapas sedikit lega. Dia tahu Jongin tidak akan melakukan hal keji semacam menjadikannya barang taruhan. Jongin akan menjaganya. Pria itu tidak akan mengkhianatinya.

Suara tawa Sehun terdengar di udara selama beberapa jenak, ia lalu mengalihkan atensinya dengan pandangan mengejek pada Jongin “hanya sebatas itu keberanianmu ? sekarang aku benar-benar sangsi atas julukan yang mereka berikan padamu”

“dia bukan barang taruhan!” Suara Jongin naik beberapa oktaf, dia tidak suka cara Sehun merendahkannya. pun begitu Sehun tidak peduli karena pria itu kembali melanjutkan kalimatnya “kau memalukan, Jongin. Kau bahkan tidak bisa mempertahankan kedudukanmu”

“kau!”

“bukankah sebelumnya kau tidak pernah terkalahkan ? tidak pernah” Sehun menekankan dua kata terakhir. “jadi apa yang perlu ditakutkan ? lagi pula ini kali pertama aku kemari. Kau tentu tidak takut dengan pemula, kan ?” sebelah alih Sehun terangkat ke atas dan setelah menyaksikan perubahan wajah Jongin, ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“ayolah Jongin, kau bukan pengecut” suara Sehun sudah seperti bisikan-bisikan menggoda di telinga Jongin. Jongin seorang pria dan seorang pria pantang direndahkan. Terlebih di hadapan musuh abadinya.

“jika itu yang kau mau” Jongin bergumam dengan tegas dan itu cukup membuatnya mendapat guncangan keras di lengan dari Sera “Jongin!” sentak gadis itu dengan atensi penuh harap yang tertuju pada Jongin. Suaranya naik satu oktaf, membuat Sehun sempat berdecak kagum lantaran ini kali pertama gadis itu menunjukkan reaksi berontak. Sejak tadi yang dilihat Sehun dari gadis itu hanya ekspressi ketakutan. Lee Sera terlalu polos dan murni. Gadis itu masih terlalu kekanakan. Diam-diam Sehun mentertawakan selera Jongin.

“semuanya akan baik-baik saja, oke” Jongin menenangkan. “tidak, Jongin!”suara Sera terdengar panik ketika dirasa jemari Jongin bergerak diantara miliknya seolah berusaha melepaskan tautan mereka. Ia menggeleng keras, baru akan kembali mengamit jemari Jongin ketika pria itu menepis tangannya secara terang-terangan.

Pun begitu, Jongin masih menyempatkan diri untuk menatap Sera sambil kedua tangannya berada di pundak gadis itu. Dia sadar apa yang barusan dilakukannya itu menyakiti Sera. “tunggu aku disana dan berjanjilah kau tidak akan pergi dari sana sebelum aku kembali. Aku tidak akan lama dan… kau tahu aku tidak pernah kalah kan, Ra ?” netra Jongin yang berwarna hitam pekat sempat beralih ke sisi lain dimana ia meminta Sera untuk menunggu sebelum akhirnya kembali menatap gadis itu dengan pandangan memohon.

“aku membencimu, Jongin” Sera berbisik rendah. Tidak ada keraguan di raut wajahnya ketika ia menggumamkan tiga kata itu. Tapi jika saja Jongin mau sedikit menyelami matanya, pria itu pasti menangkap maksud dibalik kalimat Sera. Sayangnya Jongin tidak melakukan hal itu dan lebih memilih menjauh dari Sera hingga suara deru mesin motor yang saling sahut-menyahut memenuhi udara malam itu.

 

Note: Hai~
Aku punya cerita baru, entah menarik atau enggak buat kalian. Eh iya, adakah orang di blog ini ? kalo ada bisa kali ya kasih aku feedback setelah baca cerita-cerita absurd aku. Feedback dari kalian berarti banget loh buat aku. Feedback dari kalian juga buat aku makin semangat nulis. Aku juga pengen kenalan lah sama kalian, pengen tahu juga ada ga yang tertarik sama cerita ini. so, jangan lupa tinggalin jejak ya.
Yaudah, see you di part selanjutnya.
XOXO

Advertisements

9 comments

  1. Annyeong Eoni
    Beneran deh ff nya keren, berasa kalo sera itu aku :’v
    Suka banget sama cerita yang sehun kai bad boy

    Pertama baca masih gak ngeh/? sama ceritanya tapi setelah dibaca bolak-balik akhirnya ngerti juga ( Lemot mikir :”v )
    Tapi bahasa yang dipakek top

    Ditunggu Part selanjutnya eoni 🙂
    Fighting 😀

  2. Wao waooo waooo kangenn ih si sehun yg bad boy kkekekke,keren nii cerita kaka ,aq ijin baca yy ..oh ya salam kenal ka,aq nemu blog kaka dri wp sbelahh pas baca postan kaka yg insane dan aq suka ma cara kaka bwain critanya ..kaka jarang post ff ya? Dri tglnya inii dri januarri aq bru bca bulan mei hahha ,maapkeun yy ka aq mah kudet oranngnya hahah

  3. kyaaa… aku suka sam ceritaa inii,, bikin penasaran tingkat tinggi /?

    jongin, kurang ajara banget yaa, masa jadiun sera bahan taruhan sii, ya walau pun awalnya jongin gak mau tapi jangan jepancing hasutannya sehun dong, kan kasian seranya.

    d tunggu full chapnya ya eon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s