[The Children] Daughter’s Problem

140621-donghae-at-incheon-by-sjmthanks-1

Written by:

Dvirginanda

Starring:

Lee Donghae – Lee Sera – Oh Sehun

Genre:

Family, AU

 

 

“Ayaaahhh!” lengkingan tajam yang mengudara di atmosfer tak ayal membuat Donghae tersentak kaget hingga terbangun dari tidurnya. Merasa ada yang membebani tubuhnya, ia mencoba menajamkan pengelihatannya yang kabur. Seorang gadis kecil dengan kuncir kuda menduduki perutnya dan tersenyum cerah saat ia mengerjapkan matanya. “Ayah! Ayah tahu ini hari apa ?” gadis kecil itu berseru gembira. Matanya yang berbinar cerah menatap milik Donghae. Membuat sang ayah berpikir keras ditengah-tengah kegiatannya mengumpulkan kesadaran.

“Ayaaahhhh!” gadis kecil itu berseru lagi lantaran merasa diabaikan. Kali ini ia menarik ujung kaos tidur Donghae dengan kesal. Wajahnya yang cerah sudah pudar, tergantikan oleh kerucutan dibibir. Suasana hatinya cepat sekali berubah, persis seperti seseorang. ahh.. kau mewariskan segalanya Shin Seungrin!

“Hari senin, sayang” Donghae menjawab seadanya, menyerah. Dia tidak menemukan jawaban yang diinginkan anaknya. Memangnya ini hari apa ? hari ulang tahunnya ? malaikat kecilnya lahir pada tanggal sepuluh September, hari ini baru tanggal lima Juli. Dan rasanya, Donghae tidak pernah membuat janji apapun di tanggal lima Juli.

“Hari ini hari pertamaku sekolah, ayah” gadis kecil itu melipat kedua tangannya di depan dada, bibirnya masih mengerucut lucu. Membuat Donghae gemas untuk mencubit kedua pipi pualamnya.

“Ahh ya, ayah lupa. Jadi kita akan ke sekolah hari ini kan ?” Donghae berkata dengan nada sebersahabat mungkin. Ia merutuki kebodohannya sendiri dalam benak. Jelas-jelas putrinya sudah memakai seragam sekolah, kenapa dia tidak terpikir sampai kesana ?

“Ayah menyebalkan”

“Maafkan ayah, oke. Nanti kita beli es krim yang banyak” bujuk Donghae mencari peruntungan. Ia bangkit dari tidurnya hingga kini putri kecilnya berada di atas pangkuannya. Satu kecupan kecil ia sematkan di pipi tembam putrinya. “Ayah bau, ayah belum mandi. Jangan menciumku!” tolak gadis kecil itu sambil memalingkan wajahnya.

“Tapi ayah tampan kan ?”

“Paman Cho lebih tampan”

“Es krimnya tidak jadi, ya ?”

“Ibuuuu! Yang merusak kebun ibu kemarin adalah Ba- hmppp”

“Oke-oke, kita beli es krim. Jangan beritahu ibu soal kebun dan Badda”

***

Namanya Lee Sera. Usianya baru akan menginjak lima tahun, tapi sudah membuat Donghae pusing tujuh keliling. Pasalnya puteri kecilnya itu memiliki sifat yang nyaris menyerupai ibunya secara keseluruhan. Sera cenderung menyukai apa yang ibunya sukai. Mereka sama-sama mencintai cokelat dan es krim. Untuk yang satu itu sih Donghae masih bisa mentolerir. Cokelat dan es krim memang sangat familiar dikalangan anak kecil.

Yang membuat Donghae cukup tercengang, di usianya yang masih sangat dini itu puteri mereka memiliki pengetahuan yang banyak tentang fashion termasuk brand-brand terkenal yang biasanya asing ditelinga anak kecil. Sera suka mendengar dongeng sebelum tidur tetapi gadis kecil itu lebih sering menghabiskan waktunya di ruang baca hanya untuk melihat koleksi majalah fashion milik ibunya.

“Ayah… ayah” Donghae harus menunduk saat puteri kecilnya mengibaskan tangan di udara seolah memberi isyarat kalau dia ingin membisikkan sesuatu. “Ayah tahu tidak anak laki-laki diseberang sana ?” bisik gadis kecil itu dalam intonasi yang menurut Donghae masih bisa didengar oleh beberapa orang disekitar mereka. “Yang berponi mangkok dan berkulit cokelat itu ?” tebak Donghae saat ia mengikuti arah pandang Sera. Dia merasa seperti orang bodoh sekarang, menyimak bisikan anaknya sementara mereka menggunakan intonasi normal layaknya orang mengobrol, bukan berbisik. Uhh… kalau saja Sera tidak lengket padanya, mungkin sekarang Donghae sudah berada di kantor mengurus lembaran kertas bernilai jutaan dollar itu. Bukannya menggantikan posisi Seungrin untuk menemani malaikat kecil mereka di hari pertama sekolah.

“Bukan ayah. Yang itu namanya Jongin, Kim Jongin. Dia menyebalkan”

Ahh… Kim Jongin. Donghae ingat anak laki-laki itu adalah puteranya Kim Junmyeon, salah satu relasi bisnisnya. Mereka pernah bekerja sama tahun lalu.

“Yang itu, ayah. Yang disebelah Jongin. Namanya Sehun, Oh Sehun”

Sepasang mata Sera yang cerah kembali berbinar saat menyebutka nama anak lelaki berkulit putih pucat itu, tetapi Donghae tidak terlalu menyadarinya. Ia kelewat terfokus pada sesosok anak laki-laki yang Sera sebut bernama Sehun itu. Raut dingin anak lelaki itu mengingatkan Donghae pada seseorang.

“Sehun tampan ya, ayah ?”

“Kau bilang apa tadi, sayang ?” Suara halus Sera yang merambati pendengaran Donghae menarik pria itu kembali ke alam sadar. Sayangnya Donghae tidak menyimak apa yang dikatakan puterinya hingga ia tidak tahu harus merespon bagaimana.

“Ayaahhh~” rajuk Sera. “Aku tadi bilang kalau Sehun tampan”

“Kau masih terlalu kecil, sayang” Donghae mengacak asal rambut cokelat tembaga puterinya, membuat gadis kecil itu mengeluhkan tatanan rambutnya yang berantakan. “Dan jangan coba-coba dekati si bihun itu lagi, oke”

“Namanya Sehun, ayaahhh!”

 

Fin.

 

 

 

 

Little Sera

19227_234394796702523_878077627_n

Little Sehun

0grav

Advertisements

One comment

  1. yak…lee donghae… namanya SEHUN bukan bihun 🙂
    duuuhh….masih kecil udah bisa nilai cowok ganteng ckckck….. sera,, sera,, kamu gemesin bgt sih 🙂

    itu si sehun gayanya cool bgt deh, pantes aja sera lgsg kepincut,hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s