[ EXO Series] Saranghae

boy-cute-exo-exo-k-Favim.com-1966641

Cast:

Oh Sehun – Lee Sera.

Genre:

Romance

Written by:

Dee’s

Prev: Wo ai ni

Sera bersungut-sungut. Gadis itu menghentak-hentakkan kakinya ketika memasuki kamar Sehun. Baju seragam masih melekat ditubuhnya, lengkap dengan ransel mini yang sedang nge-trend dikalangan gadis-gadis masa kini. Sehun tidak pernah mengerti kenapa ransel sekecil itu dipakai ke sekolah, satu modul pelajaran saja tidak muat masuk ke sana.

“Sehun, aku sedang kesal!” Gadis itu menghempaskan tubuhnya di ranjang Sehun, tangannya terlipat di depan dada dan wajahnya sengaja dibuat-buat masam lantaran ingin mencari perhatian –tipikal Lee Sera sekali.

Sehun tidak terlalu memperdulikannya. Dia hanya melirik sekilas dan kembali fokus dengan modul kalkulusnya. Besok ada ujian tengah semester, Sehun harus fokus kalau tidak mau mengulang mata kuliah tersebut. Lagi pula kalau Sehun meladeni amarah gadis itu, bisa-bisa dia dijadikan objek pelampiasan. Well, kau tahu lah bagaimana gadis kalau sedang kesal. Mereka selalu benar.

“Tadi pagi Naya diantar kekasihnya ke sekolah. Dia terus-terusan membanggakan kekasihnya yang bersal dari Cina itu. Dia bahkan memamerkan tulisan Mandarinnya yang diajarkan oleh kekasihnya. Ewh, padahal kekasihnya pendek dan berwajah cantik. Tidak manly sama sekali! Tapi teman-teman sekelasku terus memujinya dan membandingkannya denganmu” Sera menggerutu dalam satu tarikan napas. Kekesalannya pada Cho Naya sudah sampai di ubun-ubun. Dia tidak terima ketika Naya bilang kalau Sehun pria tampan yang berhati es. Tidak ada romantis-romantisnya sama sekali.

Oke. Sera mengakui kalau Sehun tidak romantis. Tapi apa masalahnya ? Sera mencintai Sehun apa adanya dan Naya tidak berhak memberi komentar seperti itu. Lagi pula Sera tidak teralu suka pria romantis, mereka cenderung cheesy. Dia lebih suka pria yang seperti Sehun, terlihat tak acuh tapi sebenarnya perhatian. Karakter Sehun mirip sekali dengan karakter Baek Seungjo di drama Naughty Kiss. Sera sangat tergila-gila dengan Baek Seungjo.

“Sehun kau dengar tidak sih ?! Naya mejelekkanmu. Dia bilang kau manusia kutub, dingin dan tidak romantis” Sera berkoar dengan menggebu. Dia semakin kesal karena Sehun tidak mendengarkan. “Dia juga bilang orang sepertimu tidak mungkin tertarik padakuku, katanya aku adalah orang yang menyatakan perasaan terlebih dahulu. Padahal kan… kau yang melakukannya” Sera menundukkan wajah, suaranya melemah. Dia sangat sensitif jika ada orang yang menyinggung hubungannya dengan Sehun. Beberapa temannya di sekolah tidak percaya kalau Sera bisa berpacaran dengan alumni mereka yang terkenal dingin itu. Mereka bilang pria tampan dan pintar seperti Sehun tidak cocok untuk gadis yang tidak bisa apa-apa selain merawat kecantikannya seperti Lee Sera.

Sehun menghela napas. Kalau sudah begini, dia bisa apa ? Perselisahan diantara gadis-gadis memang sukar dimengerti.

Sehun menutup bukunya dan menghampiri Sera dengan kedua tangan yang terselip di saku trainingnya. Huh, kalau Sera sedang tidak kesal dan bersedih, dia pasti sudah menyumpah serapahi ketampanan Sehun dalam benaknya. Bagaimana bisa seorang pria yang hanya mengenakan celana training abu-abu dan kaos santai berwarna hitam bisa terlihat begitu mempesona ?

“Naya tidak mungkin mencari gara-gara kalau kau tidak memulai” Sehun tidak bermaksud membela teman-musuh-bebuyutan-Sera yang bernama Naya itu. Tapi Sehun tahu gadisnya. Dia sangat mengenal Sera. Gadis itu senang menjadi sorotan dan gadis yang bernama Cho Naya itu sudah pasti saingan terberatnya dalam mendapatkan spotlight di sekolah. Jadi wajar saja kalau mereka berdua saling adu pamer. Tipikal anak sekolahan.

“Kenapa diam ? Aku benar, kan ?” Sehun menarik dagu Sera agar gadis itu menatapnya, dia sedikit membungkukkan tubuhnya untuk menyeimbangkan jarak mereka. “Kau tidak tahu rasanya dipermalukan!” Sera terisak. Sehun tidak tahu kalau gadis itu menangis.

“Iya, aku memang yang memulai api. Minggu kemarin aku bilang padanya percuma saja mengencani pria Cina kalau dia masih saja buta bahasa Mandarin. Tapi aku hanya mengatakan itu di depannya” Sera membalas tatapan Sehun. Dia menyeka air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangan. “Dan tadi caranya membalasku keterlaluan. Dia bilang di depan teman-teman sekelasku kalau kau tidak pantas untukku dan dia juga menjelek-jelekkanmu. Aku tidak suka!”

“Kalau tidak mau terbakar, jangan bermain api” Sera membuang wajahnya. Dia sedang tidak ingin mendengar ceramah. Hatinya masih sakit mendengar perkataan Naya tadi, apa Sehun tidak mengerti ?

“Dengar” Sehun menarik lagi dagu gadisnya. Mata mereka kembali bertemu. “Yang boleh menilai pantas atau tidak kau untukku, hanya aku. Jadi kau tidak perlu memusingkan ucapan mereka, oke ? Aku juga tidak peduli komentar mereka tentangku karena itu memang benar. Aku dingin, aku tidak romantis, aku seperti manusia kutub. Kau saja yang bodoh mau menerimaku” Sehun mengetuk kening Sera dengan telunjuknya ketika menekankan kata bodoh, membuat gadis itu mengaduh dengan cara yang hiperbola. “Ahh, iya. Aku lupa kalau kau memang bodoh” tambah Sehun. Dia menarik sudut bibirnya membentuk senyum. Sera bersumpah itu adalah senyum termanis yang pernah dilihatnya sepanjang masa eksistensinya di dunia. Senyum Sehun berpotensi menghentikan detak jantung seseorang.

“Mau berjanji satu hal padaku ?”

“Apa ?” Sera menengadahkan kepalanya. Matanya yang bulat menatap Sehun.

“Berhenti membuat masalah. Untuk apa menjadi musuh jika kalian bisa berteman”

Sera mengerucutkan bibirnya. Dia tidak bisa berjanji bisa berteman dengan Cho Naya. Mereka berdua selalu saja mempertentangkan hal-hal spele. Seolah mereka memang terlahir sebagai musuh bebuyutan.

“Sehun” Sera menggigit bibir bawahnya. Dia baru teringat sesuatu. “Aku punya satu permintaan. Kau mau kan mengukirkan kata ‘saranghae’ untukku ?”

Sehun memutar jengah bola matanya. Gadis ini, baru saja diberi ceramah sudah mau bertingkah lagi. “Untuk apa ? Untuk kau pamerkan di depan teman-temanmu ?”

Sera membasahi bibir bawahnya. Gadis itu mengagguk ragu, namun kemudian buru-buru mengoreksi “Hmm, bukan begitu. Maksudku– Naya…” Sera menggantungkan kalimatnya. Dia berusaha mencari kata yang tepat agar Sehun tidak marah. Ahh, kenapa pula dia menyanggupi tantangan Naya untuk minta dibuatkan ukiran kata ‘saranghae’ dari Sehun. Sehun sudah pasti tidak mau. Pria itu pasti menolak di detik pertama Sera mengatakannya.

Tapi Naya menyanggupi tantangan Sera minggu kemarin. Gadis itu bisa menulis kata ‘wo ai ni’ dalah huruf Mandarin dan sudah cukup lancar menulis Mandarin. Ini berkat kekasihnya yang berparas cantik itu. Sera akan diangap pencundang kalau dia sampai tidak menyanggupi tantangan Naya.

Sehun menegakkan tubuhnya, pria itu berkata sambil berlalu ke meja belajar “Aku sudah mengukirnya untukmu”

“Hah ? Kapan ? Dimana ?” Sera refleks berdiri. Dia mengekori Sehun dari belakang seperti anak ayam. “Sehun, kapan ? kenapa aku tidak ingat ?” rengeknya sambil menarik-narik ujung kaos Sehun.

“Berisik, Ra. Aku harus belajar, besok ada ujian tengah semester” katanya tak acuh sembari membuka kembali modulnya yang sempat terabaikan. “Sehun!” Sera masih menarik ujung kaosnya. Dia jadi tidak fokus. Apalagi suara gadis itu sengaja dibuat-buat bernada.

“Sayaaaaang”

Sehun menutup bukunya dengan agak kasar. Sera tidak akan berhenti sebelum mendapat apa yang dia inginkan. Gadis ini sangat keras kepala.

Sehun membalikkan badan dan Sera tersenyum senang. Kebahagiaan terpancar jelas dari sorot matanya. Sehun mengambil jeda untuk menatap gadis itu sebelum menghela napas, sementara Sera menunggu dengan tidak sabaran. Dia tidak ingat Sehun pernah membuat ukiran kata ‘saranghae’ untuknya. Pria itu bahkan sangat jarang mengatakan kata-kata cinta.

“Aku sudah mengukirnya disini. Di hatimu” Sehun menunjuk dada Sera tepat di bagian hati. Caranya mengatakan memang terkesan datar, namun cukup membuat Sera membeku. Apalagi, Sehun mengatakannya sambil menatap matanya. Membuat jantung Sera bekerja lebih cepat.

“Ra ?”

Sera mengerjapkan matanya ketika mendapati kesadarannya kembali. Pipi gadis itu bersemu merah. Matanya yang bulat dan bening menatap Sehun tidak percaya. Dia terlihat begitu menggemaskan.

Sehun menghela napas, dia mengutuk pikiran yang terlintas di otaknya saat ini. Gadis ini benar-benar! “Kau memang paling bisa menghancurkan konsentrasiku” gerutu Sehun sebelum menarik tubuh mungil itu ke dalam pangkuannya dan mempertemukan bibir mereka.

Fin.

Bonus Pic

tumblr_nsy89jzMt21rurqrlo8_400

Lee Sera

p.s: please leave some comments below 🙂

XOXO

Advertisements

12 comments

  1. annyeong, aku readers baru yang sedang terdampar /?. aku lagi iseng2 nyari ehh langsung ke sasar d blok eon, izin menjelajah d bloknya ya eon /?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s