[LOL] Run Away

kdBLmNO

Starring:

Oh Sehun – Lee Sera

Prev: Saranghae

            Seingat Sehun, dia sudah menawari Sera es krim yang tersimpan di lemari pendinginnya dan biasanya, gadis itu tidak akan menolak. Sera sangat mencintai es krim dan cokelat lebih dari apapun. Kemarahannya mudah sekali reda kalau disogok dengan es krim dan cokelat. Tapi kali ini tidak, Sera lebih memilih menjalankan misi mogok bicaranya dan Sehun tidak mengerti harus membujuk dengan cara apalagi.

            “Mau sampai kapan kau menekuk wajahmu seperti itu ?” Sehun melirik dari majalah otomotif yang dibacanya. Sera tidak bergeming sejak setengah jam yang lalu. Gadis itu hanya diam dengan wajah yang berlipat-lipat. Es krim yang ditawarkan Sehun di dalam lemari pendingin sana pun, hanya dianggapnya angin lalu. “Sera” Sehun melafalkan dua suku kata pembangun namanya dengan geram lantaran si pemilik nama tak kunjung menanggapi.

            “Apa ?!” Sera menjawab ketus. Netranya yang sempat mengabaikan Sehun kini beralih menatap pria itu dengan nyalang. Sehun mendesah. Diletakkannya majalah itu dengan asal ke atas meja. Fokusnya memperhatikan Sera yang mengigil di atas lantai mamer tanpa karpet dan diperburuk dengan hotpants sialannya—bodoh sih, memakai pakaian laknat itu di musim gugur. “Beranjak dari sana, lantainya dingin. Kau bisa sakit”

            Sera mengabaikan. Gadis itu bertahan dengan kepala batunya “Tidak mau!” tolaknya keras. “Aku tidak mau beranjak sampai kau membiarkanku menginap” tambahnya sambil bersedekap seolah apa yang dikoarkannya barusan tidak dapat ditawar lagi.

            “Tidak” Sehun menolak tak kalah keras. “Kau harus pulang. Ibumu akan mencemaskanmu” tambahnya sambil menarik paksa lengan Sera agar segera berdiri dari sana.

            “Biar saja, aku tidak peduli. Lagi pula ibu sudah mengusirku” balasnya enteng. Berbanding dengan sorot matanya yang berubah sendu ketika mengingat pertengkaran mereka kemarin malam. Sera mungkin keras kepala dan terkesan gengsi, tapi sebenarnya dia tidak bisa apa-apa tanpa ibunya. Dia rindu ibunya. Dan tidak bertegur sapa dengan si ibu seharian penuh cukup membuatnya tersiksa.

            “Dia tidak benar-benar serius dengan ucapannya” Sehun mencoba menengahi. Tangannya mencengkram kedua bahu Sera seakan ingin manik gadis itu berpusat padanya. “Dia menyayangimu, Ra. Dia tidak ingin kau salah pergaulan”

            Sera membuang muka “Ibu kuno sekali, seperti tidak pernah muda. Aku kan hanya menonton konser dan tidak berbuat yang aneh-aneh. Lagi pula aku ini sudah dewasa, umurku sudah delapan belas tahun!”

            Dia sengaja menekankan umurnya agar Sehun mengakui kalau dia sudah dewasa. Serius, Sera sudah dewasa. Dia sudah memiliki tanda pengenal di dalam dompetnya sejak satu minggu yang lalu dan dia sudah dua kali berciuman dengan Sehun. Ciuman termasuk hal-hal yang berbau dewasa kan ? baiklah, lupakan.

            Kalau ibunya tidak memberi izin dengan alasan takut Sera salah pergaulan, ibunya salah besar. Sera tahu mana yang baik untuknya dan mana yang tidak. Buktinya, dengan bermodal umur dan tanda pengenal yang dimilikinya, dia bisa saja pergi ke night club dan mabuk-mabukan seperti remaja yang hilang arah. Tapi tidak. Sera tidak melakukannya, karena bar dan mabuk-mabukan hanya akan merusak citranya sebagai gadis baik-baik.

            Lagi pula, daripada menghabiskan malam tidak jelas di bar, Sera lebih suka bergelung dengan selimutnya. Malas-malasan di atas kasur sambil menonton ulang serial pororo yang tidak sempat ditontonnya saat pagi dengan semangkuk es krim cokelat yang lezat. Sera suka sekali dengan pororo, selimutnya bahkan bergambar pororo. Kalau Naya sampai tahu, dia bisa jadi bulan-bulanan gadis iblis itu sepanjang hidupnya. Sera tidak akan membiarkan itu terjadi! Pokoknya dia harus terlihat segaul mungkin dengan menonton konser UMF. TITIK.

            “Pergi ke konser sama buruknya” Sehun menyerukan isi pikirannya yang dibalas Sera dengan mata yang menyipit. Dia tidak pernah mengira kalau Sehun juga akan menyudutkannya. “Kau akan berbaur dengan lautan manusia dan tangan-tangan kurang ajar akan menyentuh tubuhnmu dengan seenaknya. Aku tidak suka”

            Sera benci mengakui ini karena seharusnya sekarang dia meletup-letup meluapkan amarahnya lantaran Sehun sama sekali tidak memberi dukungan, tapi disisi lain dia tidak bisa mengingkari kalau pipinya bersemu merah lantaran mendengar pengakuan posesssif Sehun barusan.

            “Aku tidak suka, Ra. Aku tidak suka mereka menyentuhmu” Sehun mengulang kalimatnya yang demi Tuhan membuat sekujur tubuh Sera merinding saat mendengarnya. Apalagi kini Sehun menatapnya dengan sorot selembut kepakapan sayap kupu-kupu, ditambah lagi gerakan tangan pria itu yang sangat hati-hati menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga. Sera bisa pingsan kehabisan napas. Mana feromon pria itu memabukkan lagi. Serius, berada di dekat Sehun berpotensi membuatnya serangan jantung.

            “Pulang, ya ?” Sehun menawar dan apalah Sera, mana bisa menolak kalau Sehun sudah meracuni pikirannya dengan sejuta pesona yang dimiliki lelaki itu. Dia bahkan hanya bisa mengangguk terpatah dengan fokus yang tertuju pada wajah rupawan Sehun.

            “Tapi imbalannya kisseu ya ?” matanya yang menatap Sehun mengerjap lucu. Sejak insiden Sehun menciumnya secara tiba-tiba waktu itu, Sera jadi memiliki obesesi tersendiri dengan bibir Sehun. Setiap kali mengingatnya, wajah Sera akan memerah dan dia dapat mengingat dengan jelas bagaimana bibir Sehun membuai miliknya dengan sangat lembut dan hati-hati. Sangat manis dan tentu saja memabukkan. Rasanya Sera ingin lagi.

            “Tidak”

            “Kenapa ?” bibir Sera mengerucut. Kekecewaan jelas terpancar di raut wajahnya. “Aku tidak pandai berciuman ya ?” dia bertanya dengan ragu-ragu. Namun kekehan Sehun yang sangat manis berhasil mengusir sedikit kegelisahannya. “Bukan begitu, sayang. Kau masih terlalu kecil. Aku tidak mau jadi pedofil dan mengambil keuntungan darimu”

            Sehun mengacak surai Sera dan gadis itu hanya mengernyit lantaran tidak mengerti maksud pria itu. Tapi setelahnya dia menyadari sesuatu, Sehun menganggapnya anak kecil! “Aku bukan anak kecil, Sehun!”

            “Mana ada orang dewasa yang menyukai pororo”

            “Ya! Oh Sehun!”

            “Aku hanya bercanda” Sehun bergumam. Dia menarik Sera mendekat dan menghentikan amukan gadis itu dengan kecupan ringan di kening. Sera mendadak membeku. Hati gadis itu berbunga-bunga lantaran terlalu bahagia. Sehun tahu benar bagaimana cara ‘menjinakkan’ gadisnya.

            “Aku akan mengantarmu” Sehun menjulurkan tangannya dan baru akan disambut oleh Sera sesaat sebelum dia membayangkan wajah marah ibunya. “Ibu pasti akan marah besar” Sera mencicit. Ragu-ragu dia menyambut tangan Sehun, namun pria itu dengan sigap menarik pergelangannya.

            “Resiko. Siapa suruh kabur dari rumah”

            “Sehuuuuun”

            “Jangan merengek”

            Sera mengerucutkan bibirnya. Langkahnya yang terseok mengekori Sehun dengan enggan. Bayangan wajah ibunya yang berubah jadi monster membuat tubuhnya bergidik ngeri. Sera jadi takut pulang kerumah.

            “Bagaimana kalau ibu sampai membunuhku dan aku hanya tinggal nama besok ?” Sera mengajukan pertanyaan paling konyol ketika Sehun memaksanya masuk ke mobil. Namun Sehun tidak menanggapi, dia beralih ke kursi kemudi.

            “Sehun, kalau kau memaksaku pulang malam ini kau benar-benar akan menemukan seonggok daging tidak bernyawa besok pagi!” Sera berkata dengan panik ketika Sehun menyalakan mesin. Sial! Dia benar-benar belum siap untuk pulang sekarang. “Sehuuuun!”

            Sehun menghela napas “Jangan gila, Ra. Ibumu mana mungkin membunuhmu”

            “Tetap saja. Aku takut” Sera menundukkan wajah.

            Sehun menghela napas lagi, kali ini lebih panjang. Sera memang sangat menyebalkan. Untung gadis itu menggemaskan, jadi Sehun cinta. “Baiklah, aku akan menemanimu. Sampai kau tidur”

Fin.

A/N: I don’t even know what I wrote above huhuhu:( intinya sih si Sera ini pengen nonton konser umf biar kekinian gitu kan, tapi ga dibolehin padahal dia udah dapet tiket gratis dari Suho. Ya anggep aja Suho itu temen sekelasnya Sera wkwk. Terus dia debat kan sama ibunya, ibunya tetep ga bolehin tapi Seranya masih maksa jadi ya ibunya bilang kek semacem “yaudah kalo kamu ga suka sama peraturan ibu mending pergi aja dari rumah, cari orang tua baru yang ngebiarin kamu liar” jadi si Sera sok-sokan kabur kan dan terdamparlah(?) dia di apartement Sehun hehe..

Oh iya, anggep aja ini sequel dari Saranghae. Mungkin juga bakal aku jadiin series.

Advertisements

One comment

  1. aduhhh,, lucu banget sii pasangan yang satu iniii.
    haha, emangnya sera anak kecil kalo ngambek di sogok pake es krim. niat mau kabur tapi ujung-ujungnya ke tempatnya sehun, aku jadi bingung mau komen apa lagi, tapi yang pastinya..di tunggu ya kak nextnyaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s